Mencari Tuhan
Pagi itu merupakan pagi yang mengejutkanku. Kau tahu kenapa? Aku terlambat bangun! Sial! pikirku. Aku adalah orang yang tepat waktu. Walaupun hidupku tak terencana, namun masalah waktu aku tak ingin main-main. Aku pontang-panting berlari ke kamar mandi, ke kamarku, ke garasi, seluruh penjuru rumah aku lalui dengan tergesa-gesa. Jam dinding menunjukkan pukul 05.30 dan aku terlambat. Ya, pukul 05.30. Maklum, jarak dari rumahku ke SMA memakan waktu 1 jam perjalanan, belum lagi harus menjemput pacarku. Argh! Apa yang membuatku bangun sesiang ini , gerutuku dalam hati. Keadaanku bagai langit dan bumi dengan Ayah. Ia lebih terencana dari aku. Ayah sering bangun tepat pada waktu salat Subuh. Aku heran dengan Ayah. Ia selalu bisa bangun pagi sekali walaupun semalam ia baru pulang lembur. Tentu berbeda denganku yang tidur pukul 9 malam saja terkadang sering malas bangun pagi. Sepertinya memang sudah kodrat Ayah menjadi panutan bagi anak-anaknya. Pagi itu Ayah sudah siap berangkat be...