Posts

Showing posts with the label Kritik Sastra

Meninjau Distilasi Alkena dalam Skena Sastra Populer

Image
Sumber: Goodreads Distilasi Alkena merupakan buku yang ditulis oleh Wira Nagara, yang menceritakan tentang patah hati Wira Nagara ketika ditinggal pergi oleh kekasihnya. Kemudian, kisah selanjutnya dari mantan Wira Nagara itu diceritakan lagi olehnya di dalam buku kedua berjudul “Disforsia Inersia”. Jadi, kedua buku tersebut saling berhubungan. Melihat dari perbedaan karakteristik budaya elit dan budaya massa, dapat terlihat bahwa Wira Nagara mengalami alienasi atau terasing dalam kenyataan hidup dan mewadahi selera konsumen. Karakteristik ini dapat terlihat dari begitu digandrunginya Wira Nagara oleh para remaja yang aktif di Instagram, YouTube , dan blog. Di media Instagram, Wira Nagara cukup sering membuat instastory tentang senja yang disisipi kata-kata yang mengandung rima a-a-a-a—yang dianggap sangat puitis dan relevan oleh sebagian pengikutnya. Di media YouTube sendiri, Wira Nagara mempunyai channel yang bernama “Wira Nagara”. Di dalam channel tersebut, Wira Nagara serin...

INVASI KIAN SANTANG: PENGHAPUS ISLAMOPHOBIA

Pentas Drama “Hutbah Munggaran di Pajajaran”, Hisdagra, Sutradara Ari Kpin INVASI KIAN SANTANG: PENGHAPUS ISLAMOPHOBIA Oleh: Daffa Imam Naufal Prabu Silinwangi nu jadi rajana Sakti Mandraguna Bade diislamkeun anjeunna alim Diudag putrana Raden Kian Santang             Itulah potongan lirik lagu berjudul “Sancang” yang dinyanyikan oleh Yayan Jatnika. Sebuah lagu yang sedikit memberikan pandangan bagaimana sosok Prabu Siliwangi menjadi semacam sosok yang dituhankan oleh masyarakat Sunda. Siapa yang tak mengenal Prabu Siliwangi? Seorang raja yang sangat dicintai dan dihormati seantero Jawa Barat.             Sebuah peribahasa berbunyi “di mana ada gula, di situ ada semut” dalam hal ini dapat berbunyi “di mana ada Prabu Siliwangi, di situ ada Raden Kian Santang”. Legenda tentang Prabu Siliwangi tak dapat dilepaskan dari upaya pengislaman yang dilakukan Raden Kian Santang k...