Objektifikasi Laki-Laki; Menggugah Kesadaran Egaliter
Sumber Foto: BBC Disclaimer: tulisan ini akan sedikit sensitif dan memancing diskursus keegaliteran laki-laki dan perempuan. Tak perlu dimasukkan ke dalam hati. Cukup ditukar dengan argumentasi. Menjadi laki-laki adalah peran yang diberikan-Nya kepada kita sebagai makhluk di bumi. Tiada konfrontasi atau penolakan, kita menerima kehendak-Nya menjadi laki-laki. Tak ada yang berhak menilai bahwa laki-laki lebih baik daripada perempuan. Begitupun sebaliknya. Diskursus tentang laki-laki dan perempuan sejatinya tak pernah surut. Ia justru menjadi bola liar yang dihiasi api kebencian. Hasilnya; dikotomi ekstrem tentang siapa yang menderita di antara dua jenis kelamin tersebut. Di sini, saya tak akan menyoroti hal-hal yang berada di luar pengamatan dan pengalaman saya. Apa yang akan saya ungkapkan sejatinya adalah hasil renungan dan perasaan yang telah dilalui. Jika tak setuju, tak masalah. Saya hanya ingin b...