Posts

Kumpulan Cerpen Iblis Tidak Pernah Mati; Karya Sastra yang Melawan (Bagian II)

Image
Sumber: Gramedia Bagian II Seperti yang sudah disinggung dalam tulisan sebelum ini , cerpen-cerpen dalam Kumpulan Cerpen Iblis Tidak Pernah Mati ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma dalam rentang waktu 1994-1999. Lahirnya cerpen-cerpen tersebut tentu tidak dapat dipisahkan dari gejolak kehidupan Indonesia pada masa itu. Orde Baru yang berkuasa di Indonesia menciptakan aturan-aturan tertentu—dan banyak dianggap—membatasi kebebasan berekspresi. Akhir hayat Orde Baru terjadi ketika demonstrasi besar-besaran di sejumlah kota—termasuk pendudukan Gedung DPR oleh mahasiswa. Diakui oleh Seno Gumira Ajidarma bahwa ia mengalami dan ikut menghayati situasi politik dalam kekuasaan represif Orde Baru. Maka, jika ditilik dari sisi kesusastraan, agaknya dapat disimpulkan bahwa penciptaan cerpen-cerpen dalam Kumpulan Cerpen Iblis Tidak Pernah Mati sangat kental dengan nuansa sosiologis. Singkatnya, dalam ilmu sastra, terdapat pendekatan sosiologi sastra; pendekatan yang melihat karya sastra sebagai...

Kumpulan Cerpen Iblis Tidak Pernah Mati; Karya Sastra yang Melawan (Bagian I)

Image
  Sumber: Gramedia “Harus selalu ada orang yang melawan iblis, meskipun iblis tidak akan pernah mati .” Judul                      : Iblis Tak Pernah Mati Pengarang            : Seno Gumira Ajidarma Penerbit                : New Merah Putih Tahun Terbit       : 2018 Tebal Halaman    : 219 halaman Ukuran Buku     : 140 x 205 mm Bagian I Bicara tentang cerita rasanya kurang afdal jika mengesampingkan nama Seno Gumira Ajidarma. Seorang penulis dan ilmuwan sastra Indonesia yang produktif dalam penciptaan karya sastra. Beberapa karyanya yang tak asing di telinga penikmat sastra Indonesia antara lain Sepotong Senja untuk Pacarku , Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi , Negeri Senja , dan lain-lain. Produktifnya Seno Gumira Ajidarma dalam hal penciptaan karya s...

Tak Ada Resolusi, Yang Ada Hanya Evolusi

Image
  Sumber: Pixabay Hari ini sampai esok hari , seluruh umat manusia sedang menyusun resolusi 2024.   Saat ini , kita sampai pada akhir tahun 2023. Esok hari , kalender , keterangan dalam surat-menyurat dan administrasi , dan lockscreen handphone -mu berganti dengan tahun 2024. Mulai hari ini juga, pastinya , ada yang telah menyusun rencana untuk merayakan malam pergantian tahun bersama orang-orang spesial — tentu di tempat yang spesial pula. Sebaliknya , ada orang-orang seperti saya ini —yang menghabiskan malam pergantian tahun dengan tidak ngapa-ngapain .   Tapi saya sedang ngapa-ngapain , deng . Ya, nulis tulisan ini , hehe .   Pergantian tahun , buat saya , itu biasa-biasa aja . Saya enggak pernah merancang rencana khusus buat menghabiskan malam tahun baru , dengan siapa pun. Jangankan untuk kumpul-kumpul dengan teman-teman , meniup terompet tahun baru saja enggak pernah saya lakukan untuk...