Posts

Mengenal Hoax dan Gaslighting Sebagai Sebuah ‘Paket’

Image
Punten, pakeett~             Semua hal yang ada di dunia ini diyakini sudah ada pasangannya masing-masing. Malam dan siang, air dan api, aku dan kamu. Tuhan menciptakan semua yang ada di muka bumi ini berpasang-pasangan untuk saling melengkapi—supaya apapun yang ada di bumi ini tidak ada yang jomblo. Konsep saling melengkapi ini tidak melulu tentang penciptaan sesuatu di muka bumi ini, lebih jauh dari itu konsep saling melengkapi ini juga terdapat dalam perbuatan. Salah satunya adalah hoax dan gaslighting .             Kata hoax (ho.aks) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian sebuah informasi bohong. Lebih lanjut, Wikipedia mengartikan hoaks sebagai berita bohong atau palsu yang kebenarannya tidak ada sama sekali. Tujuannya tentu untuk menimbulkan kepanikan dan kebingungan di tengah masyarakat. Hoax sendiri berasal dari seorang Filsuf Inggris bernama Robert...

Rencana Pembelajaran Tatap Muka 2021: Upaya Merealisasikan Kerinduan atau Sebatas Delusi?

Image
Siapa yang tak rindu bersekolah seperti dulu?             Sudah tak terhitung berapa giga kuota yang dihabiskan selama pembelajaran tatap maya atau daring. Tenaga pengajar maupun siswa terpaksa mengandalkan kecanggihan teknologi untuk tetap bersua dan melakukan kegiatan belajar-mengajar. Pemanfaatan teknologi dibarengi dengan tuntutan guru maupun mahasiswa untuk konsumtif dalam hal membeli paket internet untuk mendukung proses pembelajaran yang memadai. Tapi untungnya setelah beberapa lama menjadi masalah dalam proses belajar secara daring, bantuan subsidi pun datang dan meringankan beban ketika melaksanakan perkuliahan daring.             Namun, beban pembelajaran daring bukan sekadar beban secara materil, lebih daripada itu melibatkan beban psikologis. Kejenuhan dalam proses pembelajaran daring yang minim interaksi secara langsung antara guru dan siswa menjadi salah satu m...

Apa Salahnya Laki-Laki Berambut Panjang?

Image
Laki-laki memang tempatnya salah, perkara rambut adalah pengecualian             Rambut adalah mahkota. Begitu kredo yang dipercaya oleh laki-laki dan perempuan. Laki-laki maupun perempuan akan pede tampil dengan potongan rambutnya masing-masing. Ada yang pede berambut Mohawk, pompadour, shaggy, bob —bahkan ada yang pede tak punya rambut. Tidak ada yang bisa disalahkan. Kembali kepada pilihan.             Rambut laki-laki selalu diidentikkan dengan potongan pendek dan rapi. Seakan semua laki-laki akan nampak ketampanannya jika berambut pendek. Padahal, tampan atau tidak ditentukan oleh wajah, bukan rambut, ya bund. Kalau yang jadi patokan itu rambut pendeknya Rio Dewanto, ya susah. Doi mau punya rambut pendek atau panjang juga udah ganteng dari sananya.             Potongan rambut pendek yang diidentikkan dengan laki-l...

Pengalaman Mahasiswi Turun ke Jalan dalam Aksi Penolakan UU Ciptakerja

Image
Cowok buaya minggir dulu, deh.             Ditetapkannya UU Ciptakerja oleh DPR beberapa hari lalu langsung memantik aksi demonstrasi di sejumlah wilayah di Indonesia. Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, menjadi beberapa contoh wilayah di mana mahasiswa, buruh, dan pelajar bersinergi menuntut pencabutan UU ini. Hingga tulisan ini diterbitkan, tercatat empat daerah melalui pemimpin daerahnya menerima aspirasi buruh dan memfasilitasi keinginan buruh dengan mengirim surat terbuka kepada DPR dan Presiden, berjanji akan membela hak buruh, mengirimkan pewakilan mahasiswa ke Jakarta, dan lain-lain. Keempat daerah tersebut adalah Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Sidoarjo.             Nah, ngomong-ngomong soal demo, pasti tidak akan lepas dari kemungkinan adanya aksi anarkis yang biasanya hanya dilakukan oleh laki-laki. Lalu, bagaimana ceritanya kalau perempuan mengik...

Sikap Positif DPR yang Bisa Ditiru Ketika Membahas RUU Cilaka

Image
Buang jauh-jauh, deh, stigma negatif tentang DPR.             Saat hampir seluruh masyarakat Indonesia sedang dipaksa di rumah aja dengan aturan PSBB, DPR ini membuat satu kemajuan baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya—bahkan oleh Einstein sekalipun. Iya, ketika kamu sedang nongkrong-nongkrong di kafe kopi, ketika kamu lagi malam mingguan di rumah doi, DPR di Senayan mengesahkan RUU Ciptaker atau Omnibus Law dan akan segera dibawa ke Paripurna pada saat itu. Kalian gak sadar, kan? Saya juga gak sadar, kok, tenang. Kalian gak sendiri. RUU yang katanya ditunda pembahasannya karena mendapat banyak penolakan ini nyatanya dikerjakan diam-diam oleh DPR.             Katanya ditunda, kok diem-diem disahin, sih? Begitu mungkin pertanyaan sebagian orang—termasuk saya. Tapi satu hal yang terbesit di benak saya ketika mendapat informasi pengesahan RUU Ciptaker ini: kok DPR we...

Panduan Buat Kamu yang Mengalami Penilangan Kendaraan di Daerah Bandung: Calo Bukan Koentji

Image
Sabar adalah koentji!             Sebagai pengendara bermotor, tilang-menilang sudah tidak asing lagi tentunya. Fenomena ini dapat terlihat hampir di semua ruas jalan yang ada pos polisinya. Selalu saja ada pengendara yang bernyali besar dengan berkendara tanpa kelengkapan surat-surat dan kelengkapan berkendara. Ada juga yang terlalu cuek dengan tampilan kuda besinya sendiri. Lampu rem mati, plat nomor habis masa berlaku, kondisi motor sangat kotor—mungkin belum sempat dicuci selama 1 tahun. Kedua jenis pengendara tersebut pada dasarnya berangkat dari satu alasan yang sama: kebutuhan mobilitas yang tinggi. Mobilitas yang tinggi mengharuskan setiap orang untuk selalu dapat berpindah tempat dari tempat satu ke tempat yang lain dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Betul, terdengar seperti pemindahan kekuasaan—dilaksanakan secara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya—tapi alasan tersebut benar adanya.   ...

Tank TNI Tabrak Gerobak dan Motor: Bukti TNI Bukan Makhluk Sempurna

Image
Lah emang siapa yang bilang sempurna?             Menjadi seorang tentara merupakan impian saya sejak kecil. Memegang senjata dengan baju loreng dan berdiri tegap adalah gambaran saya tentang tentara dulu. Seiring berjalannya waktu, muncul cita-cita lain yang saya anggap lebih keren daripada menjadi tentara. Cita-cita tentara tereliminasi perlahan dengan cita-cita lain. Saking banyaknya cita-cita yang saya impikan membuat saya bingung sampai sekarang dan akhirnya tidak punya cita-cita pasti.             Serius. Ketika ditanya orang lain ataupun keluarga sendiri mengenai cita-cita saya, saya gelagapan bingung. Cita-cita saya, apa, ya?             Akhirnya saya menemukan jawaban yang tidak akan menimbulkan pertanyaan lanjutan: mau jadi orang yang berguna bagi bangsa dan agama. Sadis. Pencitraan sekali hidup saya sepe...