Posts

Sidang Skripsi: Ketegangan dan Kelegaan yang Terjadi

Untuk satu waktu, ketegangan menjadi racun dan kelegaan adalah obatnya. Sebuah sepeda motor melaju kencang di jalanan. Dikejar waktu, membelah udara pagi yang dingin. Tidak ada beban berlebih yang diangkut, hanya seorang manusia dengan tumpukan kertas dalam ransel. Pagi hari adalah pertarungan bagi setiap pemimpi dalam mencapai angannya. Pagi itu jadi hari yang menegangkan bagi saya dan teman-teman kelas di kampus. Kalau diibaratkan, ya, semacam hari penghakiman—atau hari pembantaian lebih afdol disebutnya. Pertarungan antara hidup dan mati. Hidup jikalau berhasil melaksanakan sidang dengan baik dan lulus. Mati apabila gagal dalam sidang dan diharuskan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tak murah. Tentu, lulus secepatnya dari kampus adalah salah satu cara agar tak menjadi donatur kampus membayar uang berjuta-juta itu. Ya enggak bisa menampik juga komersialisasi pendidikan memang nyata ~ Sebelum mulai sidang, tercium kabar bahwa ada briefing terlebih dahulu. Mau tak mau,...

Skripsi dan Kisah Cinta yang Enggan Terjadi

  Skripsi dan Kisah Cinta yang Enggan Terjadi Semua berawal dari idealisme saya; tentang skripsi dan cinta. Entah darimana datangnya pandangan idealisme yang mulai terasa makin menggerogoti pikiran sejak kelas 1 SMA. Ketika itu, saya mulai memiliki cita-cita untuk hidup lurus menurut pandangan pribadi tentang orang jujur. Masa SMA, saya mulai mempersempit perilaku dan pikiran yang menyimpang dari hakikat sebagai seorang pelajar. Mengurangi keluyuran, menuruti aturan sekolah—walaupun sedikitnya ada juga yang dilanggar—dan memaksimalkan kapasitas otak untuk diisi hal-hal yang bermanfaat. Memang naif menafikan bahwa solidaritas kawan-kawan SMA lebih dari segalanya dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Toh idealisme itu tidak tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Ada hal-hal yang menggiring cita-cita itu kepada keburukan. Sesekali wajar saja kalau tergoda. Masa SMA adalah masa yang paling berkesan pun saya dapatkan; mendapat pacar dan melanjutkan kuliah di universitas negeri....

Tiga Alasan Isi Bensin di Shell Lebih Nyaman Dibandingkan di Pertamina

Image
  Ada harga ada kualitas itu nyata adanya .           Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah jadi komoditi pokok bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki kendaraan. Setiap hari—atau dalam jangka waktu beberapa hari—pengguna kendaraan perlu mengisi bensin kendaraannya. Kalau kendaraan tak diisi bensin, ya, harus rela jalan sehat dorong motor.             Kondisi itu disebabkan oleh kenyataan bahwa masyarakat kita masih ogah untuk pindah ke transportasi umum macam angkot, bus, kereta, dan lain-lain. Alasan kepraktisan dan sarana yang belum mendukung jadi salah dua bentuk pembelannya. Untuk urusan ini, biarlah berlalu dulu. Enggak akan saya bahas di sini sekarang, kok.             Sebagai pengguna kendaraan—apalagi yang sehari-hari beraktivitas menggunakan kendaraan—beli bensin tiap hari itu memang sedikit mencolek isi dompet. Biaya perawat...

Flexing Hubungan di Sosial Media; Perlukah?

Image
  Sumber: Celebrities.id Sekuat apapun badai yang menerjang sebuah pohon, kalau akar pohonnya tertancap di perut bumi, ya enggak akan ada hal buruk terjadi.             Bagi orang yang kasmaran, semua hal yang dijalani dalam hidup—apalagi menjalaninya bareng doi—akan terasa spesial, sangat spesial. Dari mulai jalan bareng, anter-jemput, sampe di- chat doi, “semangat, ya, hari ini! <3” rasanya terbang ke angkasa bareng Angling Darma. Tiap hari bawaannya senyam-senyum, enggak sabar buat cepet-cepet ketemu doi. Setuju. Aku pernah mengalaminya juga.             Ketika ada di dalam hubungan, rasanya semua bakal terasa istimewa dan berkesan; rasa sedih, jauh-jauh, deh!             Namanya manusia, selalu punya naluri untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain, termasuk kebahagiaan dalam hubungan. Dopamin yang berleb...

Semua Akan “Hati-Hati di Jalan” pada Akhirnya (2)

Image
  Sumber: Popbela.com (2) Singkatnya, buat apa kamu jauh-jauh mencari ke ujung dunia kalau yang kamu cari sebenarnya ada di depan matamu .             Dalam bahasa Indonesia, ada satu peribahasa yang berbunyi, “asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga”. Kalau kata Tulus, “ku kira kita asam dan garam dan kita bertemu di belanga”. Maknanya, ya, sama aja: jodoh seseorang bisa berasal dari mana aja, sekalipun berasal dari tempat yang jauh. Peribahasa di atas menggambarkan kalau asam yang ada di gunung bisa bertemu dengan garam yang ada di laut sekalipun. Pertemuan itu tentu ada mediumnya, yaitu belanga atau kuali dari tanah yang digunakan untuk merebus sayur-sayuran.             Kisah manusia juga sama. Seringkali kita dipertemukan dengan seseorang yang berasal dari daerah yang belum pernah dikenal sebelumnya. Pertemuan itu terkadang membuat kita merasa nya...

Semua Akan “Hati-Hati di Jalan” pada Akhirnya

Image
                                                                        Sumber: popbela.com (1) Perjalanan membawamu bertemu denganku, ku bertemu kamu~             “Hati-hati di jalan” adalah kalimat yang sering diucapkan kepada seseorang yang hendak bepergian. Kalimat ini, ya, artinya harapan dan pengingat. Harapan semoga orang yang diberi ucapan ini selamat sampai tujuan. Pengingat semoga orang yang diberi ucapan senantiasa berhati-hati dalam perjalanan.             Perjalanan yang dimaksud di kalimat “hati-hati di jalan” enggak melulu punya makna denotasi yang berarti bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain. Lebi...

Perempuan Niaga

(3/45363)          Angin dari utara menembus masuk di antara belantara gedung dan memecah keheningan, menerpa pohon beringin. Batang pohon itu berayun dipermainkan angin dan daunnya segera berjatuhan. Matahari perlahan bergeser ke arah barat disusul gerombolan awan yang ingin cepat beranjak.             Di belakang sebuah gedung, terhampar taman bunga yang menjalar di atas deretan bongkahan batu pualam yang dialasi keramik putih. Tiangnya terbuat dari harapan orang yang lalu lalang mengharap ilham. Di depan setiap bongkahan batu pualam terdapat sebuah meja bundar. Lingkarannya nampak rapi dan halus.               Salah satu meja menopang sebuah nampan plastik, lengkap dengan isinya; kue. Kue itu masih hangat, pertanda belum lama dikeluarkan dari oven. Kue itu juga masih bundar, pertanda belum ada benda apapun atau siapapun yang mengambilnya ba...